Senin, 30 Maret 2009

BISNIS HEBAT, BISNIS HEMAT, BISNIS MERAKYAT

BISNIS HEBAT, BISNIS HEMAT, BISNIS MERAKYAT

Di Sponsori oleh : M. Ali Ma’sum,SE

 

Hanya dengan biaya pendaftaran Rp.200.000,- untuk HU pertama (Kartu CCI / EC) & Rp.150.000,- untuk penambahan HU (kartu reguler). Anda akan mendapatkan:

1. Hak Keagenan Pulsa
2. Asuransi Kecelakaan
3. Kartu Diskon di lebih dari 5000 Merchant Ternama
4. Content DBS
5. Training & Seminar-seminar Pengembangan Diri
6. Education Pack (Termasuk e-book senilai lebih dari Rp.750.000,-)
7. Program CRP (Customer Refferal Program)

Dengan Anda mereferensikan Program Pulsa Gratis bersama DBS ini kepada rekan Anda, maka Anda akan mendapatkan:

1. Subsidi Sponsor

Subsidi Sponsor didapatkan saat Anda memperkenalkan orang baru untuk direkrut menjadi jaringan Anda. Setiap Anda mendapatkan member / agen baru, Anda akan mendapatkan Rp.20.000. Subsidi Sponsor didapatkan hanya oleh 1 orang yang mengajak (mereferensikan) saja. Upline-upline yang tidak mensponsori tidak mendapatkan Subsidi Sponsor. Semakin banyak orang yang anda sponsori, semakin besar Subsidi Sponsor Anda. Jika Anda mensponsori lebih dari 3 orang, maka anggota yang ke-3 atau selebihnya dapat ditempatkan di bawah anggota 1 atau 2.

Contohnya, jika Anda berhasil mengajak si A dan si B, Anda akan mendapatkan Subsidi Sponsor Rp.20.000 x 2 = Rp.40.000. Jika Anda ingin ingin mengajak lebih dari dua orang, misalnya si C, Anda dapat menaruh si C (melalui virtual office atau handphone Anda) di bawah si A atau si B. Dalam contoh diatas, si C Anda tempatkan dibawah si A. Maka, Anda akan mendapat lagi Subsidi Sponsor sebesar Rp.20.000.-

2. Subsidi Pasangan

Subsidi Pasangan ini adalah subsidi perkembangan jaringan Anda. Subsidi Pasangan akan Anda dapatkan ketika ada keseimbangan jumlah account anggota di jaringan Anda di kaki sebelah kiri dan kanan, besarnya: Rp.30.000,- ( Rp 22.500 rupiah cash + 7.500 Deposit Pulsa) untuk setiap pasangnya. Jadi bila ada anggota di kaki kiri dan kanan yang bisa dipasangkan Anda akan mendapatkan Subsidi Pasangan. Otomatis program komputer yang akan menghitung ini semua, Anda tidak perlu pusing-pusing untuk menghitungnya. Subsidi Pasangan ini selain subsidi yang terbesar di bisnis ini juga berpotensial sebagai pasif income Anda nantinya jika jaringan Anda sudah berkembang besar.

Khusus untuk Subsidi Pasangan, agar perusahaan tidak merugi, perusahaan membatasi Subsidi Pasangan setiap harinya. Setiap hari maksimal Subsidi Pasangan yang dapat Anda terima adalah 12 pasang (Flushout). Jadi penghasilan Anda per hari maksimal sebesar: 12 pasang x Rp 22.500 = Rp 270.000 dan 12 pasang x Rp 7.500 = Rp 90.000 Deposit Pulsa.

Jika lebih, disebut flush out . Misalnya jika terdapat 13 anggota baru dikaki kiri dan 15 anggota baru dikaki kanan, maka Subsidi Pasangan Anda yang seharusnya 13 pasang (ada 2 anggota dikaki kanan yang menunggu dipasangkan dikaki kiri) tetap akan dihitung 12 pasang, 1 pasang sisanya akan masuk ke perusahaan. Jika flush out terjadi, Anda berkesempatan memperoleh poin untuk mendapatkan reward.

3. Subsidi Titik

Anda akan mendapatkan Rp.1000 untuk setiap member yang ada di jaringan Anda sampai kedalaman 20 Generasi. Subsidi Titik untuk mengantisipasi apabila jaringan Anda berat sebelah (tidak seimbang) atau hanya 1 kaki yang jalan. Apabila keadaan itu terjadi, maka Anda tidak akan mendapatkan Subsidi Pasangan . Maka Subsidi Titik tetap dapat menghidupi Anda. Apabila kedua kaki Anda berupa binary sempurna (seimbang) maka sampai di Generasi ke-20 total anggota di jaringan Anda sebanyak 2.097.150 anggota, berarti Subsidi Titik yang bisa Anda dapatkan Rp. 2.097.150.000.-

 

Pada kenyataannya, kecil kemungkinan terjadi jaringan Anda betul-betul sempurna, namun jika jumlah anggota Anda 50% dari sempurna saja, berarti Anda akan mendapatkan Subsidi Titik sebesar Rp.1 milliar!! Lebih pahit lagi jika 25% aja dari sempurna, Anda akan mendapatkan Subsidi Titik  sebesar Rp.500juta. Apakah ada Anda akan menolaknya? 

4. Subsidi Generasi Duplikasi

Subsidi Generasi / Duplikasi adalah subsidi sebesar Rp.2000,-/ member / Generasi yang Anda dapatkan ketika Generasi I, II, ataupun III di jaringan Anda mendapatkan Subsidi Pasangan sampai kedalaman tak terbatas (karena dibatasi flush out maka sehari maksimal 12 pasang/anggota di jaringan Anda/Generasi).

Generasi I adalah orang-orang yang Anda sponsori.

Generasi II adalah orang-orang yang disponsori generasi I Anda.

Generasi III adalah orang-orang yang disponsori generasi II Anda.

 

Subsidi ini diberikan sebagai insentif kepada anggota mengingat tidak ada anggota yang memiliki jaringan sempurna (sering kakinya besar sebelah). Jika tadinya Anda tidak mendapatkan subsidi yang besar jika membantu kaki “gajah” Anda (kecuali subsidi titik), maka sekarang setiap ada pertambahan di kaki “gajah” Anda, selama bisa dipasangkan untuk generasi I/II/III, Anda akan mendapatkan subsidi yang besar pula.

Dengan asumsi masing-masing anggota mensponsori 5, dan masing masing dari mereka mensponsori 5 orang sampai generasi III maka potensi penghasilan Anda :

Generasi I : 5 X Rp. 2000,- X 12  = Rp. 120.000,- / hari / HU

Generasi II : 25 X Rp. 2000,- X 12 = Rp. 600.000,- / hari / HU

Generasi III : 125 X Rp. 2000,- X 12 = Rp. 3.000.000,- / hari / HU

Dari perhitungan diatas terlihat potensi Subsidi Generasi Duplikasi Anda adalah Rp. 3.720.000,-/hari.

5. Royalti Keagenan

Subsidi bulanan, yang di dapat dari total pembelian Pulsa Keagenan dari jaringan Anda dari Generasi 1 sampai Generasi 10 sebesar Rp. 10,-/transaksi. Sistem akan mencari secara otomatis Member yang melakukan transaksi sampai 10 Generasi ke bawah.

Generasi

Jumlah Agen

Royalty

Jml transaksi / bln

Subsidi / bln (Rp)

1

5

10,-

10

500,-

2

25

10,-

10

2.500,-

3

125

10,-

10

12.500,-

4

625

10,-

10

62.500,-

5

3.125

10,-

10

312.500,-

6

15.625

10,-

10

1.562.500,-

7

78.125

10,-

10

7.812.500,-

8

390.625

10,-

10

39.062.500,-

9

1.953.125

10,-

10

195.312.500,-

10

9.765.625

10,-

10

976.562.500,-

 

TOTAL

Rp. 1.220.703.000,-

6. Subsidi Reward 

Reward akan diberikan kepada anggota yang berprestasi dalam menjalankan bisnis ini. Penilaian prestasi menggunakan sistem flush out. 1 poin terhitung jika terdapat 13 pasang dalam 1 hari.

Jenis-Jenis Reward

1 poin : Polis Asuransi kecelakaan Gratis dengan pertanggungan senilai Rp.10.000.000,-

15 poin : Televisi senilai Rp.1.000.000,-

30 poin : Handphone senilai Rp.2.000.000,-

75 poin : Laptop senilai Rp.5.000.000,-

100 poin  : Infokus (LCD Projector) senilai Rp.6.500.000,-

150 poin : Motor Rp. 15.000.000,-

400 poin : Program Religi ke tanah suci Rp. 40.000.000,-

1000 poin : Mercedes Benz C240 senilai Rp. 500.000.000,- *

2000 poin : Rumah Mewah senilai Rp.1.500.000.000,- *

 

 7. Sharing Internasional

Member dengan pencapaian jumlah tertentu total jaringan kanan-kiri akan mendapatkan gelar khusus yang mendapatkan Passive Income berupa Sharing Laba Penjualan Pulsa Nasional dengan syarat & ketentuan berlaku.

Bronze Enterpreneur : 50% x LPDFI 1000:1000

 S BE

Silver Enterpreneur : 33% x LPDFI 5000:5000

 S SE

Gold Enterpreneur : 17% x LPDFI 15000:15000

 S GE

   

Dengan subsidi sharing ini Anda akan mendapatkan Passive Income Murni dengan hanya sedikit kerja cerdas diawal. Fakta membuktikan bahwa untuk meraih Gelar Bronze Entrepreneur hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan, dengan raihan penghasilan hingga 30juta/bulan dalam kurun waktu singkat.

PREDIKSI TERBURUK MENJALANKAN CUST. REFFERAL PROGRAM DFI SELAMA 1 TAHUN:

Misalkan Anda hanya ingin memperkenalkan bisnis ini di bulan pertama saja, selanjutnya Anda hanya ingin membantu anggota baru Anda saja. Dari ratusan orang yang telah Anda kenal, hanya dua orang saja yang Anda ajak ke dalam bisnis ini. Di bulan berikutnya, kedua anggota Anda tersebut juga hanya bisa mengajak masing-masing dua orang, sehingga di bulan kedua terdapat 4 anggota baru di jaringan Anda. Proses ini berlangsung sama (ter-duplikasi) ke seluruh jaringan Anda, yaitu masing-masing anggota baru hanya mengajak 2 orang di bulan pertama, selanjutnya hanya membantu anggota baru di masing-masing jaringannya untuk mendapatkan dua orang, begitu seterusnya.

 

Maka jika Anda menjalankan bisnis ini selama 1 tahun atau 12 bulan, jumlah anggota dan subsidi pasangan baru di jaringan Anda:

Bulan ke-

Anggota Baru

Subsidi Pasangan Cash

Subsidi Pasangan Pulsa

1

2

Rp 22,500

7,500

2

4

Rp 45,000

15,000

3

8

Rp 90,000

30,000

4

16

Rp 180,000

60,000

5

32

Rp 360,000

120,000

6

64

Rp 720,000

240,000

7

128

Rp 1,440,000

480,000

8

256

Rp 2,880,000

960,000

9

512

Rp 5,760,000

1,920,000

10

1024

Rp 11,520,000

3,840,000

11

2048

Rp 23,040,000

7,680,000

12

4096

Rp 46,080,000

15,360,000

 

 

Rp 92,137,500

30,712,500

 


 

INDEX MUDHOROBAH (Sistem Bagi-Hasil)

PT DUTA FUTURE INTERNATIONAL menggunakan sistem index mudhorobah secara TRANSPARAN untuk pembayaran subsidi kepada member-membernya berdasarkan omset / pemasukan yang perusahaan terima setiap hari. Subsidi setiap member yang akan dikirim ke rekening terlebih dahulu besarnya dikalikan dengan index tersebut. Sistem ini menjamin perusahaan tidak dapat merugi sehingga kokoh bertahan lama & kelangsungan pembayaran subsidi untuk member terjamin.

Rumus yang dipakai: 

 

 OMZET PERUSAHAAN - BIAYA OPERASIONAL   = INDEX MUDHOROBAH

 SUBSIDI YANG DIBAGIKAN

Saat ini index berada dikisaran nilai 0,9. Misalkan subsidi Anda yang tertera di virtual office Rp.1.000.000,-. Maka subsidi yang Anda terima sebesar Rp.1.000.000,- x 0,9 = Rp.900.000,-

SALAM DAHSYAT!!!

SEGERA HUBUNGI

M. ALI MA’SUM, SE (08995940691)

KAMPUS UNWAHAS SEMARANG

AND

KOPERASI BMT MUAMALAT

WAHID HASYIM SEMARANG

 

Selasa, 03 Maret 2009

UNWAHAS PUNYA YANG BARU

Prof Rofiq, Rektor Universitas Wahid Hasyim Jumat, 21 November 2008 12:01 Semarang, NU OnlineProf Dr Ahmad Rofiq MA terpilih sebagai rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, menggantikan Noor Ahmad yang telah menjabat selama 2 periode. Dosen Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang itu, telah resmi dilantik sebagai Rektor Unwahas pada 17 November lalu. Unwahas Semarang adalah salah satu perguruan tinggi Islam yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU), yang kian hari kian melesat dan berkembang. Perkembangan tersebut terlihat dari jumlah jurusan serta fakultas yang kian bertambah. Tiap tahun, minat masyarakat yang belajar juga kian bertambah.Apa yang akan dilakukan oleh rektor Unwahas yang baru? Kepada kontributor NU Online Rosidi, Prof Rofiq menyatakan ”akan membangun mimpi”. Mimpi yang dimaksudnya adalah menjadikan Unwahas sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan kompetitif.Untuk mewujudkan mimpinya itu, dia akan melakukan peningkatan kinerja mulai dari tenaga administrasi hingga tenaga pengajar (Dosen). “Untuk dosen, saya akan berusaha agar mereka bisa melakukan studi lanjut, yang nantinya akan sangat bermanfaat guna mendukung Unwahas menuju perguruan tinggi yang berkualitas dan kompetitif,” katanya optimis. Namun begitu, tambah rektor yang telah melakukan wisuda mahasiswa di hari ketiga menjabat sebagai rektor, dia akan tetap menjaga fitrah Unwahas.“Unwahas adalah sebuah penggabungan antara dunia pesantren dan akademik. Pemahaman akan ke-NU-an akan tetap dijunjung tinggi, tanpa melupakan ilmu pengetahuan yang terus berkembang,” katanyaProf Rofiq kini juga menjadab sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah. Sebelum bergiat di perguruan tinggi, ia mengenyam pendidikan agama di Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus yang kini berada di bawah naungan Yayasan Arwaniyyah. (nam)

Selasa, 22 Juli 2008


BIOGRAFI SANG PENULIS


Tepat pada hari jum'at kliwon tanggal 22 februari tahun 1985 telah dilahirkan seorang bayi mungil nan tampan, dengan membawa sejumlah harapan-harapan besar menjadi orang yang berguna/bermanfaat.
Al kisah, bayi mungil tersebut beranjak dewasa menjadi pemuda yang sangat tampan dan rupawan. melihat anaknya sudah semakin dewasa, sang Bapak mengarahkan anaknya untuk MONDOK (waktu itu di Sarang/Langitan) tetapi sang anak menolak dengan dalih mau melanjutkan KULIAH. Sang Bapak membujuk agar anaknya mondok saja. tetapi sang anak tetap saja MENOLAK.
Al hasil, suatu ketika sang anak menemukan secarik kertas koran (saat itu ada dibawah kursi). Sebelum kertas itu dibuang dia sempat membaca kata per kata, kalimat per kalimat. Dalam salah satu tulisan menyebut kalimat yang waktu itu dilontarkan oleh PR II Bpk. DR.Ir. Nugroho Widyasmadi,M.Eng " di UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG, terdapat juga PONDOK PESANTREN MAHASISWA" akhirnya hal itu menjadi inspirasi bagi sang anak untuk menggabungkan pendapatnya dengan pendapat Bapaknya.
Ketika disampaikan kepada bapaknya, bapaknya sempat menolak karena masalah biaya (Bapaknya hanya seorang tambal Ban Sepeda Onthel). Namun karena melihat semangat anaknya akhirnya beliau mengiyakan. Akhirnya sang anak dapat kuliah sambil menjadi santri di sebuah pondok Pesantren yang bernama "PONDOK PESANTREN LUHUR WAHID HASYIM SEMARANG".
Waktu terus berjalan, namun apa yang ditakutkan oleh bapak tersebut (Biaya) dapat diatasi. karena disamping sang anak sering dapat beasiswa dari kampus, sang anak juga dapat penghasilan dari aktifitas mengajar privat dan Muadzin Masjid Nurul Ulum UWH serta job-job lain seperti Qori'. Aktifitas lain yang digeluti antara lain: BEM FE, RACANA UNWAHAS, Pengurus PPLWH, PC IPNU Kota Semarang, FOSSEI, PMII dll.
Banyak prestasi yang diraih semenjak di Universitas Wahid Hasyim, seperti juara III LKTM dalam "The First Senior Rovers Scout Creativity" se jawa tengah. juga pernah menjadi kontingen UNWAHAS dalam lomba Musabaqoh Tilawatil Qur'an Mahasiswa Se Jawa Tengah (Di UNSIQ Wonosobo.
Saat ini pemuda tersebut telah menyelesaikan Studi SI Fakultas Ekonomi Progdi Manajemen Universitas Wahid Hasyim yang dirampungkannya selama 3.5 tahun dengan IPK terakhir 3,35. setelah lulus diterima di sebuah perusahaan mebel di daerah Pucakwangi Pati, kemudian di tarik di Universitas Wahid Hasyim untuk mengurusi Koperasi BMT Muamalat Wahid Hasyim Semarang. sebuah koperasi yang didirikan oleh Yayasan Wahid Hasyim Semarang untuk mengatasi masalah pendanaan dan permodalan baik dilingkungan UNWAHAS sendiri maupun yang lain.
Bayi mungil dan Pemuda tersebut tak lain adalah M. ALI MA'SUM (sang penulis)

Selasa, 10 Juni 2008

SEJARAH LAHIRNYA UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG

Sebelumnya kami sengaja menulis posting tentang sejarah lahirnya Universitas Wahid Hasyim Semarang sebagai wujud bhakti terhadap universitas tercinta ini. Posting ini kami tujukan untuk seluruh sivitas akademika universitas wahid hasyim dan orang-orang yang ingin mengetahui kelahiran universitas milik Nahdlatul Ulama ini.
Di dalam Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama Bab IV pasal 6 ditetapkan bahwa dalam upaya mencapai tujuan Nahdlatul Ulama salah satu usahanya adalah dibidang pendidikan, pengajaran dan kebudayaan. Untuk terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran serta mengembangkan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran islam, sehingga mampu membina dan mengembangkan manusia muslim yang bertaqwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas dan terampil, serta berguna bagi agama, bangsa dan Negara, perlu dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi. Keputusan ini ternyata sudah diamanatkan dalam setiap muktamar NU maupun konferensi-konferensi wilayah yang dituangkan dalam setiap program kerjanya.
Untuk merealisasikan amanat tersebut, pada tanggal 7 Mei 1999 di Semarang didirikanlah Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Jawa Tengah yang disahkan dengan Akte Notaris Tri Joko Subandrio, SH nomor 13 Tahun 1999 tertanggal 7 Mei 1999, dengan susunan pengurus sebagai berikut:

Ketua : Drs. KH. Syamsudin Anwar (Alm)
Wk. Ketua : Drs. H. Achmad
Wk. Ketua : Drs. H. Ali Mufiz, MPA
Wk. Ketua : Drs. HM. Chabib Thoha, MA
Wk. Ketua : Drs. HM. Hoesein Moenawar
Sekretaris : Drs. H. Mudzakkir Ali, MA
Wk. Sekretaris : H. Hanief Ismail, LC
Bendahara : Drs. HA. Fatah Dahlan
Wk. Bendahara : Drs. HA. Sjirozi Zuhdi
Anggota : Ir. Djoko Wahjudi
Anggota : H. Imam Syafi’i
Anggota : H. Soewanto
Anggota : H. Gautama Setiadi
Anggota : KH. Chanief Muslih, LC
Anggota : Drs. HM Aminuddin Sanwar
Anggota : Mahmutarom HR, SH, MH
Anggota : Tri Setioadi, SH, CN
Anggota : Drs. H. Satriyan Abd Rahman
Anggota : Drs. H. Amjad, Al Hafidh, BSc.
Yayasan tersebut melakukan persiapan untuk berdirinya sebuah perguruan tinggi dan langkah awal disepakati pendirian Politeknik Nahdlatul Ulama yang selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah universitas NU.
Pada tanggal 11 Mei 1999, Ketua PWNU Jawa Tengah Drs. H. Ahmad menugaskan ketua LP Maarif NU Jawa Tengah Drs. HM. Chabib Thoha, MA dan Drs. Mudzakkir Ali, MA sebagai sekretaris Yayasan untuk berkonsultasi kepada Ketua Umum PBNU, KH. Abdurrahman Wahid di Jakarta tentang rencana pendirian Politeknik NU. Hasil konsultasi Ketua Umum PBNU justru memerintahkan untuk mendirikan Universitas dan membuat proposal untuk kepentingan tersebut.
Pada tanggal 12 Juli 1999 ketua YPTNU Drs. KH. Syamsuddin Anwar beserta sekretaris YPTNU dan Wakil Ketua Panitia Pendiri, berkonsultasi kepada Ketua Umum PBNU yang menggariskan hal-hal sebagai berikut :
1. untuk nama universitas, jangan memakai nama islam atau NU, tetapi jadikanlah islam dan NU sebagai ruhnya.
2. nama yang tepat bagi universitas tersebut, diperintahkan untuk berkonsultasi dengan para ulama dan tawasul kepada Almarhum KH Sholeh Darat.
3. perlu diatur ketegasan hubungan hirarki antara Universitas dan Yayasannya dengan NU baik PWNU maupun PBNU yang tertuang dalam akta notaries. Meskipun tetap mengindahkan kemandirian Yayasan dalam pengelolaan universitas
4. ketua Umum PBNU menyanggupi mencarikan dana untuk pengadaan lahan seluas 10-20 ha dan pembangunan Gedung Rektorat, satu gedung perkuliahan serta dana operasional awal sebagai persyaratan pendirian.
5. awal perkuliahan disetujui dibuka pada tahun akademik 2000/2001
6. untuk pengaturan teknis selanjutnya ditugaskan ketua PBNU, Fajrul Falakh, SH, MH, MSc, sebagai konsultan

setelah Pengurus Yayasan dan Panitia Pendiri berkonsultasi dengan Ketua Umum PBNU tersebut, maka diambil langkah-langkah sbb:
1. melalui beberapa kali wasilah dan musyawarah mengenai nama Universitas antara lain Universitas Nusantara, Universitas Duta Bangsa, Universitas Kebangsaan dan Universitas Wahid Hasyim. Akhirnya disepakati nama Universitas Wahid Hasyim, dengan pertimbangan beliau adalah salah seorang Pendiri Republik Indonesia, Tokoh Agama dari kalangan NU yang Nasionalis. Nama tersebut disetujui oleh PBNU pada konsultasi pada tanggal 6 Agustus 1999
2. mengenai hubungan hirarki Universitas / Yayasan dengan PWNU dan PBNU, dilakukan penyempurnaan terhadap Akta Notaris yang dituangkan dalam Akta No. 56 Tahun 1999 tanggal 9 Nopember 1999.
Sambil menyempurnakan organisasi yayasan, maka yayasan dan panitia pendiri Universitas Wahid Hasyim mengajukan permohonan pendirian Universitas ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional melalui Kopertis Wilayah VI, dengan surat nomor : YPTNU-09/VIII/1999 tanggal 7 Agustus 1999 tentang Mohon Persetujuan pembukaan Program Studi Baru. Adapun program studi yang diajukan meliputu 10 program, yaitu :
1. Program Studi Manajemen (S1)
2. Program Studi Akutansi (D3)
3. Program Studi Perpajakan (D3)
4. Program Studi Komunikasi (D3)
5. Program Studi Teknik Informatika (S1)
6. Program Studi Teknik Komputer (D3)
7. Program Studi Teknik Sipil (D3)
8. Program Studi Agrobisnis (D3)
9. Program Studi Produksi dan Teknologi Pakan Ternak (D3)
10. Program Studi Farmasi (S1)
Untuk memantapkan rencana pembukaan program studi tersebut, Pengurus Yayasan dan Panitia Pendiri yang terdiri KH. Drs. Syamsuddin Anwar, Drs. Mudzakkir Ali, MA dan Drs. H. Noor Achmad, MA berkonsultasi dengan Kopertis Wilayah VI yang menghasilkan persetujuan rencana fakultas dengan 10 program studi sebagai berikut :
Fakultas Ekonomi : a. Program Studi Manajemen (S1)
b. Program Studi Akuntansi (S1)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik :
a. Program Studi Ilmu Politik (S1)
b. Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (S1)
Fakultas Teknik : a. Program Studi Teknik Mesi (S1)
b. Program StudiTeknik Mesin (S1)
c. Program Studi Teknik Elektronika (DIII)
Fakultas Pertanian :a. Program Studi Agrobisnis (S1)
b. Program Studi Produksi dan Teknologi Pakan Ternak (DIII)
Fakultas Farmasi : Program Studi Farmasi (S1)

Dengan surat yayasan nomor : YPTNU-24/U/IX/1999 tanggal 23 September 1999 tentang mohon persetujuan pendirian program studi baru, Alhamdulillah 10 program studi sebagaimana tersebut diatas mendapat persetujuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud, berdasarkan surat Dirjen Dikti nomor : 1888/D4.II/T/12/1999 tanggal 30 Nopember 1999 tentang pertimbangan untuk pendirian Universitas Wahid Hasyim di Semarang.
Setelah 10 program studi mendapatkan persetujuan DIKTI, dengan surat nomor : 4699/006.2/AKI/1999 tanggal 27 Desember 1999 tentang pendirian Universitas Wahid Hasyim di Semarang, maka kopertis wilayah VI meminta kelengkapan syarat pendirian Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Setelah syarat-syarat lengkap, kemudian kopertis meninjau beserta tim pakar setiap program studi. Berdasarkan presentasi, evaluasi dan verifikasi tim pakar Alhamdulillah pada tanggal 26 juli 2000, semua tim pakar menyetuji dan memberi ketetapan kelayakan laborat pada semua program studi.
Akhirnya pada tanggal 8 Agustus 2000, Mendiknas melalui Dirjen Dikti mengeluarkan ijin pendirian dengan nomor : 124/D/O/2000 tentng pendirian Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Setelah 10 program studi mendapat ijin, sebagai universitas yang salah satunya mengemban misi agama, maka Yayasan dan Panitia Pendiri mengajukan permohonan membuka Fakultas Agama dengan progdi Pendidikan Agama Islam dan Muamalat kepada Menteri Agama dengan Republik Indonesia melalui kopertais Wilayah X Jawa Tengah. Dengan telah diterimanya surat ijin dari Pemerintah Republik Indonesia (Dirjen Dikti dan Kopertais Wilayah X Jawa Tengah ) maka mulai tahun Akademik 2000-2001, Universitas Wahid Hasyim secara resmi melakukan kegiatan operasionalnya sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi baru.

Kamis, 29 Mei 2008

KH. Wahid Hasyim

Sewaktu terjadi perombakan kabinet dan nama Wahid Hasyim tidak tercantum lagi dalam daftar nama anggota kabinet baru, beberapa orang tampak kecewa. Padahal yang bersangkutan cuek saja. Ketika mereka bertemu dengan KH. Abdul Wahid Hasyim, kekecewaan itu langsung ditumpahkan kepadanya.
"Kami merasa kecewa karena Gus Wahid tidak duduk lagi di kabinet," kata H. Azhari.

"Tak usah kecewa. Saya toh masih bisa duduk di rumah. Saya mempunyai banyak kursi dan bangku panjang. Tinggal pilih saja," jawab KH. Abdul Wahid Hasyim sekenanya sehingga mengundang tawa yang hadir.

"Tapi kami tetap menyesal karena pemimpin kita tidak dipakai oleh pemerintah...," ujar H. Ichwan. "Kalau tidak dipakai oleh negara, biarlah saya pakai sendiri...," sekali lagi KH. Abdul Wahid Hasyim menjawab dengan santai dan penuh humor. Suara tawa kembali meledak.

"Kenapa ya, menjadi menteri kok cuma sebentar?" tanya H. Azhari masih penasaran.

"Lho, kalau kita mengantarkan jenazah ke kuburan, pembaca talqin itu kan selalu mengingatkan kita, "Wa mal hayatud-dunya illa mata'ul ghurur"[1]. Memangnya orang menjadi menteri untuk selamanya?" jawab KH. Abdul Wahid Hasyim. Kali ini dengan nada sedikit serius, menggunakan i'tibar yang pas.

Pada tahun 1939 NU masuk menjadi anggota MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia), sebuah badan federasi partai dan ormas Islam. Setelah masuknya NU ke dalam federasi ini, dilakukan reorganisasi dan saat itulah KH. Abdul Wahid Hasyim, wakil NU terpilih menjadi ketua MIAI.

Selaku pimpinan Masyumi, Wahid Hasyim merintis pembentukan Hizbullah sebagai sayap "militer" yang membantu perjuangan umat Islam mewujudkan kemerdekaan. Rencana pembentukan Hizbullah semula hampir urung. Banyak pihak yang mencurigai kehadirannya dalam membantu Perang Asia Timur Raya. Tapi KH. Abdul Wahid Hasyim, atas nama pimpinan Masyumi waktu itu, terus gigih memperjuangkan pembentukan Hizbullah hingga akhirnya berhasil.
Ketika Jepang masuk, KH. Abdul Wahid Hasyim ditunjuk menjadi Ketua Majelis Syuro Muslimin Indonesia. Selain mengadakan gerakan politik di kalangan umat Islam, melalui Majelis ini Wahid Hasyim juga mengembangkan pendidikan di kalangan umat Islam. Tahun 1944 dia mendirikan Sekolah Tinggi Islam di Jakarta yang pengasuhannya ditangani oleh KH. A. Kahar Muzakkir.

Perhatiannya kepada dunia pendidikan sangat besar. Sewaktu menjadi Menteri Agama pada tahun 1950 Wahid Hasyim mengeluarkan peraturan berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang kini menjadi IAIN itu.
Dalam sebuah kesempatan pidato di depan majelis pengajian NU di Banyumas, KH. Abdul Wahid menceritakan ihwal keluarnya KH. Hasyim Asy'ari dari tahanan Jepang. Menurut Abdul Wahid, banyak orang dengki dan tukang fitnah berusaha menyusahkan NU dan menyengsarakan Hadhratusysyaikh. Karena Allah menghendaki lain, maka sia-sialah usaha mereka. Malahan kini, sekeluarnya Hadhratusysyaikh dari tahanan, beliau diberi kompensasi oleh Pemerintah Jepang untuk menjabat Shumubucho, Kepala Jawatan Agama Pusat. Ini merupakan kompensasi Jepang yang waktu itu merasa kedudukannya makin terdesak dan merasa salah langkah menghadapi umat Islam.

Mendapat tawaran itu KH. Hasyim Asy'ari menerima dengan catatan, mengingat usia yang sudah uzur dan dia harus mengasuh pesantren sehingga tidak mungkin kalau harus bolak-balik Jakarta-Jombang. Karena kondisi ini, dia mengusulkan agar tugasnya sebagai Shumubucho diserahkan kepada Abdul Wahid Hasyim, puteranya.
Taktik ini sengaja dilakukan KH. Hasyim Asy'ari untuk menghindari jangan sampai Nippon tersinggung atau menjadi curiga terhadap KH. Hasyim Asy'ari. Memang serba sulit posisi waktu itu. Jika tawaran ini diterima, kemungkinan akan menimbulkan fitnah, disamping kenyataannya usianya sudah uzur. Jika ditolak, jelas akan mendatangkan kecurigaan di pihak Nippon.

Keputusan KH. Hasyim Asy'ari ternyata merupakan sebuah sikap yang sangat brilian dan memiliki implikasi jauh sekali. Dengan keputusan itu, keinginan Jepang terpenuhi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan politik. Selain itu, rupanya secara tidak langsung KH. Hasyim Asy'ari juga sedang melakukan kaderisasi kepemimpinan level nasional kepada Abdul Wahid Hasyim. Melalui proses inilah mulai terlihat kelas kepemimpinan Abdul Wahid Hasyim yang sesungguhnya.
Menurut KH. Abdul Wahid Hasyim, sebenarnya dengan keputusan seperti itu ayahnya ingin memberi contoh keteladanan kepada generasi muda bahwa pengertian bijaksana bukanlah menjatuhkan pilihan terhadap sesuatu yang benar dan yang salah, atau terhadap sesuatu yang baik dan yang buruk. Bijaksana adalah kemampuan seseorang menjatuhkan pilihan antara dua perkara yang sama-sama salah atau sama-sama buruk, tetapi kondisi mengharuskan untuk memilih salah satunya.

Dalam kesempatan itu dia menjelaskan panjang lebar kisah penahanan Hadhratusysyaikh dan politik kompensasi yang dijalankan Jepang. Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi banyak kyai yang akan menduduki Kepala Jawatan Agama di daerah-daerah. "Mudah-mudahan Jawatan Agama itu tidak menjurus menjadi Jowo tan Agomo, Jawa tanpa agama," ujar KH. Wahid Hasyim berseloroh. (Redaksi)

Dari "KARISMA ULAMA, Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU", Editor: Saifullah Ma'shum, Penerbit: Yayasan Saefuddin Zuhri dan Penerbit MIZAN